- Posted by : Dewan Pendidikan Temanggung
- on : May 21, 2026
Temanggung — Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung, Dr. H. Sugi, M.Pd., membuka secara resmi kegiatan Seminar Strategi Smart Branding untuk Sekolah/Madrasah Masa Depan yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Kepala Sekolah SMP Swasta (FORKASTA) Kabupaten Temanggung bekerja sama dengan Penerbit Erlangga di Pendopo Pengayoman Temanggung, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 263 kepala sekolah/madrasah swasta se-Kabupaten Temanggung.
Ketua FORKASTA Kabupaten Temanggung, Ruswan, S.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan seminar dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah/madrasah swasta sekaligus memperkuat daya saing lembaga pendidikan swasta di Kabupaten Temanggung. Melalui seminar ini, para kepala sekolah diharapkan mampu memahami strategi smart branding yang tepat agar sekolah tidak hanya dikenal masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan layanan pendidikan yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung, Penerbit Erlangga, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antar lembaga menjadi salah satu kunci penting dalam memajukan pendidikan swasta di Kabupaten Temanggung.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung menyampaikan bahwa sekolah swasta harus mampu menghadirkan keunggulan yang nyata dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, branding sekolah tidak cukup hanya dengan promosi, tetapi harus dibangun melalui solusi konkret atas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.
Ia mencontohkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan adab di lingkungan sekolah sebagai kebutuhan utama masyarakat. Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan di Kabupaten Temanggung adalah Deklarasi Candiroto yang digagas bersama antara Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung, Bupati Temanggung, dan Dinas Pendidikan untuk menghidupkan kembali penggunaan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan dan masyarakat.
“Bahasa Jawa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga sarana membangun unggah-ungguh, sopan santun, dan karakter generasi muda. Sekolah yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam penguatan adab dan karakter akan memiliki nilai lebih dan kepercayaan yang kuat dari masyarakat,” ungkapnya.
Beliau juga menegaskan bahwa sekolah swasta harus mampu menemukan identitas dan kekhasan masing-masing agar tidak hanya bersaing dalam jumlah peserta didik, tetapi juga dalam kualitas layanan pendidikan dan kontribusinya bagi masyarakat.
Kegiatan seminar ini menjadi ruang penguatan kapasitas kepala sekolah/madrasah swasta dalam membangun strategi pengembangan lembaga pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di masa depan. Seminar menghadirkan narasumber Ade Candra S dengan pembahasan terkait strategi smart branding bagi sekolah dan madrasah.