Skip to Content
Loading...
Anantiyo Widodo
Anantiyo Widodo
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Pembukaan Sarasehan Hardiknas 2026 oleh Moderator dengan Penguatan Nilai Serat Wedhatama

Temanggung, 6 Mei 2026 — Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung, Bapak Sunyoto, S.Kar, M.Pd, membuka sekaligus memoderatori kegiatan sarasehan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Candiroto. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung dengan Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung.

Dalam pengantar pembukaan, beliau mengawali forum dengan mengangkat nilai-nilai luhur dari Serat Wedhatama sebagai landasan filosofis dalam membahas penguatan karakter berbasis kearifan lokal. Pemilihan Serat Wedhatama dinilai relevan karena karya tersebut mengandung ajaran mendalam tentang pembentukan budi pekerti, pengendalian diri, serta keseimbangan antara aspek lahiriah dan batiniah dalam kehidupan manusia.

Serat Wedhatama mengajarkan pentingnya laku (perilaku nyata) dalam kehidupan, bukan sekadar pengetahuan teoritis. Nilai ini menegaskan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter melalui keteladanan dan pembiasaan. Dalam konteks pendidikan modern, ajaran ini selaras dengan kebutuhan untuk menanamkan integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab pada peserta didik.

Selain itu, Serat Wedhatama menekankan pentingnya pengendalian hawa nafsu dan penguatan batin sebagai fondasi utama dalam membangun pribadi yang unggul. Nilai ini relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi saat ini, di mana arus globalisasi dan perkembangan teknologi menuntut kemampuan menyaring pengaruh eksternal tanpa kehilangan jati diri budaya.

Bapak Sunyoto juga menggarisbawahi bahwa penggunaan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari bukan sekadar alat komunikasi, melainkan media pembelajaran nilai. Struktur bahasa Jawa yang mengenal tingkatan tutur (unggah-ungguh basa) mengajarkan etika, rasa hormat, serta kesadaran sosial dalam berinteraksi. Dengan demikian, bahasa Jawa menjadi instrumen efektif dalam meneguhkan karakter, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui pengantar ini, moderator mengajak seluruh peserta sarasehan untuk tidak hanya berdiskusi secara konseptual, tetapi juga merumuskan langkah nyata dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal, khususnya yang terkandung dalam Serat Wedhatama, ke dalam praktik pendidikan sehari-hari.

Sarasehan ini diharapkan menjadi ruang reflektif sekaligus produktif dalam merumuskan strategi penguatan karakter berbasis budaya lokal. Dengan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur melalui bahasa Jawa, diharapkan terbentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan berakar kuat pada identitas budayanya.

Share

Related Posts

Post a Comment

Confirmation of Closure

Are you sure you want to close this video playback?