Skip to Content
Loading...
Anantiyo Widodo
Anantiyo Widodo
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Sarasehan Hari Pendidikan Nasional Kabupaten Temanggung 2026 : Penguatan Karakter Berbasis Kearifan Lokal dengan Penggunaan Bahasa Jawa

 

Temanggung, 6 Mei 2026 — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung bekerja sama dengan Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung menyelenggarakan kegiatan sarasehan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Aula Kecamatan Candiroto. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Karakter Berbasis Kearifan Lokal dengan Penggunaan Bahasa Jawa” sebagai respons atas tantangan pembentukan karakter generasi muda di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Sarasehan dimoderatori oleh Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung, Bapak Sunyoto, S.Kar, M.Pd, dan dihadiri oleh Bupati Temanggung, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung beserta jajaran, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung beserta anggota, Ketua MKKS SMP, Ketua K3S, Ketua PGRI Kabupaten Temanggung, perwakilan Permadani, Camat Candiroto, tokoh pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para kepala sekolah di wilayah Kecamatan Candiroto.

Pada sesi best practice, Siti Khoidah, S.Pd.SD, Kepala SD Negeri 2 Klepu Kecamatan Pringsurat, memaparkan program SEMBOJA (Saben Kemis Matur Nganggo Basa Jawa) yang telah diimplementasikan secara konsisten di sekolahnya. Program ini terbukti mampu membentuk adab dan tata krama peserta didik menjadi lebih tertata. Selain itu, siswa-siswi juga berhasil meraih berbagai prestasi dalam lomba bahasa Jawa hingga tingkat provinsi.

Best practice berikutnya disampaikan oleh Suradi, S.Pd, dari SMP Negeri 4 Temanggung yang juga menjabat sebagai Ketua MGMP Bahasa Jawa Kabupaten Temanggung. Ia menekankan pentingnya bahasa Jawa sebagai sarana pembentukan karakter yang menjunjung tinggi nilai andhap asor dan unggah-ungguh. Menurutnya, internalisasi nilai melalui bahasa Jawa mampu mengurangi kecenderungan perilaku negatif seperti egoisme hingga potensi konflik antar pelajar.

Sementara itu, Badrun, Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Temanggung, menegaskan bahwa pembiasaan penggunaan bahasa Jawa perlu dilakukan secara kreatif, salah satunya melalui metode bernyanyi agar lebih mudah diterima peserta didik. Ia juga menekankan pentingnya penguatan empat pilar pendidikan, yaitu akhlak (karakter), disiplin, kompetensi literasi dan numerasi, serta keterampilan (skill).

Bupati Temanggung yang mengikuti jalannya diskusi menyampaikan apresiasi dan rasa optimisme atas terselenggaranya sarasehan ini. Ia menilai bahwa keprihatinan terhadap degradasi moral dan karakter generasi muda telah mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak. Menurutnya, pendekatan kearifan lokal merupakan langkah strategis dalam memperbaiki kondisi tersebut. Bupati juga mengingatkan pentingnya sikap proporsional dalam menghadapi pengaruh global, agar tidak terjebak pada sikap kebarat-baratan karena gengsi maupun ketimur-timuran semata untuk pencitraan, melainkan tetap berakar pada jati diri budaya.

Kegiatan sarasehan ditutup dengan pernyataan dari Dr. Sugi, M.Pd, selaku ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung yang menyampaikan bahwa Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga akan merumuskan langkah pembiasaan yang lebih sistematis. Hasil rumusan tersebut direncanakan akan diajukan sebagai dasar kebijakan khusus kepada Bupati Temanggung guna memperkuat implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Kabupaten Temanggung.

Melalui sarasehan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama serta langkah konkret dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal, khususnya melalui penggunaan bahasa Jawa, sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing.

Share

Related Posts

Post a Comment

Confirmation of Closure

Are you sure you want to close this video playback?